Sesuatu yg kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari
dalam.
Dan yg paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa
sempat kamu sadari.
Ironis rasanya memang mengetahui bagaimana seorang
manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yg besar.
Namun dalam waktu yg sama mengetahui ada beberapa pasang
manusia yg bisa hancur hanya karena kerikil kecil.
Sepasang manusia yg akhirnya rela melepaskan genggaman
tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati
puluhan badai yg luar biasa besarnya berdua.
Logikanya, sepasang manusia yg berhasil melewati badai
berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerilik kecil.
Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan
logika.
Badai yg besar harusnya malu kepada kerikil kecil.
Dan sepasang manusia yg kehilangan cinta hanya karena
kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yg terbawa oleh angin badai.
Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta
pasir yg senantiasa menyertai mereka.
Sebuah cinta semestinya lebih digdaya dari pada badai dan
kerikil yg melanda.
Kepada kamu, genggam tanganku.
Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.
@landakgaul
@landakgaul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar