Minggu, 27 Juli 2014

kerikil kecil

Sesuatu yg kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari dalam.
Dan yg paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa sempat kamu sadari.
Ironis rasanya memang mengetahui bagaimana seorang manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yg besar.
Namun dalam waktu yg sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yg bisa hancur hanya karena kerikil kecil.
Sepasang manusia yg akhirnya rela melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yg luar biasa besarnya berdua.
Logikanya, sepasang manusia yg berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerilik kecil.
Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.
Badai yg besar harusnya malu kepada kerikil kecil.
Dan sepasang manusia yg kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yg terbawa oleh angin badai.
Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yg senantiasa menyertai mereka.
Sebuah cinta semestinya lebih digdaya dari pada badai dan kerikil yg melanda.
Kepada kamu, genggam tanganku.
Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.
@landakgaul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar