Aku gak cantik, gak sexy, gak semok, aku ga punya badan yg semampai, aku gak punya rambut yg baday, aku gak bisa abisin uang kamu cuma buat hura-hura aja, aku gak gila belanja, aku gak tergila-gila sama salon, aku gak pandai habisin uang kamu buat keperluan aku, aku gak bisa ngerengek minta makan enak di luar berdua kamu.
Aku cuma bisa nemenin kamu dari 0 sampai sukses, aku cuma bisa jadi penyemangat kamu, aku cuma bisa masakin kamu makanan sekedarnya buat kita makan berdua, aku cuma bisa ingetin kamu buat nabung uang kamu, aku cuma bisa berpenampilan seadanya, aku cuma bisa berjuang bareng sama kamu menata masa depan, aku cuma bisa selalu berusaha kasih seluruh apa yg aku punya yg kamu anggep semua itu gak berarti apa-apa di hidup kamu, aku cuma bisa bersikap sebaik mungkin buat kamu walau selalu kamu selalu anggep aku kalah sama perempuan lain yg lebih di luar sana, aku cuma bisa nampilin apa yg benar-benar ada di hidup aku tanpa harus tergila-gila sama penampilan orang lian, karena aku adalah aku akan tetap menjadi aku! dan tidak ada sama sekali niat buat menjadi orang lain walau itu yg kamu inginkan dari aku.
Maaf aku rasa aku bukan selera kamu.
Maaf aku tidak bisa seperti cewek hits di luar sana yg hoby nya hanya menghabiskan uang dan dengan mudah berpindah kelain hati.
hay welcome to my blog
gue Ria Anggraini. Selamat berkunjung diblog pribadi gue ya jangan lupa di follow @riiaara
Minggu, 24 Januari 2016
Maaf
Sabtu, 23 Januari 2016
Hujan mengerti
Hujan punya cerita tentang kita. Hujan mengerti tentang betapa aku merindukanmu, betapa aku mengharapkanmu kembali ke sampingku. Dan hujan pula yang tahu seberapa besar aku merindukan kisah denganmu.
Sadar!!!
Pernahkah kamu berharap pada seseorang.
Kamu berharap kebaikannya, kehadirannya, perhatiannya, kasih sayangnya.
Tapi,
Seringkah engkau dikecewakannya, menangis karenanya, disakiti olehnya?
Lalu,
Pantaskah kamu masih berharap padanya?
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?
Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik?
Apakah dengan tangismu, dia akan hadir?
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?
Mungkin jawabannya TIDAK
Jadi,
Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi, berpaling, menjauh?
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu.
Berpalinglah untuk tetesan airmata itu.
Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu.
Sulitkah itu bagimu?
Jika “YA”
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu, mempedulikanmu, memikirkanmu.
Tanpa kamu sadari,
Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu.
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan.
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli.
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak.
Ya....
semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia.
Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan.
Untuk apa?
Untuk sesuatu yang KOSONG, tak pernah dia pikirkan, bukan apa-apa untuknya, DIA TIDAK TAHU, TAK AKAN PEDULI.
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang.
Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi.
Tidakkah semua itu CUKUP?
Saatnya kamu melangkah.
Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai.
Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada.
Jangan menunggu hembus angin yang lalu.
Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk.
Selagi kamu bisa berdiri.
Selagi airmatamu belum habis.
Selagi hatimu belum bernana.
Biarlah sakitnya terasa hari ini.
Esok luka itu akan mengering.
Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu.
Tapi dia tak lagi menghancurkanmu.
Bahkan ketika kamu pergi.
Dia tak akan menangisimu.
Mungkin dia tak menyadarinya.
Karena kamu bukan yang diharapkannya.
Kamu bukan yang dipirkannya.
Kamu bukanlah apa-apa baginya.
Jangan pernah menoleh lagi untuknya.
Jika hari ini kamu sadar siapa dia.
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi.
Dia akan menjadi orang yang sama.
Yang tak pernah mempedulikanmu.
Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum.
Yang akan menumpahkan air matamu.
Menggoreskan rasa kecewa,
Dan mengguratkan luka dihatimu.
Maka...
PERGILAH , PERGILAH!!!
Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu.
Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya.
Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam.
Tapi itu yang TERAKHIR untuknya
Itu yang TERAKHIR.
Ingat!!!
Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini.
Bukalah hatimu.
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu.
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu.
Yang lebih menghargai cintamu.
Ria Anggraini/20th
untuk kamu
Jemariku juga mulai jengah digenggam tangan yg tak sama.
Sudah tidak lagi kubutuhkan kencan romantis di malam Minggu, atau kejutan Anniversary berupa bunga di depan pintu.
Tolong jangan meminta aku jadi Pacarmu, Sebab wanita yg satu ini jauh lebih ingin jadi ibu dari anak-anakmu.
Rabu, 23 Desember 2015
Bedanya Cowok Baik-Baik dan Cowok Baik.
Pada dasarnya semua orang itu baik, hanya saja lingkungan dan didikan yang bisa mempengaruhi, apakah orang itu memang asli baik-baik atau sekadar 'baik'. Memangnya, apa sih yang membedakan mereka?
1. Cowok baik-baik itu akan selalu menghormati ceweknya sedangkan cowok yang ‘baik’ akan berlaku seperti itu ketika memang dia merasa dia butuh untuk bersikap hormat.
Ladies, kalau kamu bisa bedakan mana tas Louis Vuitton yang asli dan palsu, kamu juga harus bisa bedakan mana cowok yang memang menghormatimu sebagai seorang cewek dan mana cowok yang cuma menganggapmu sebagai 'objek'. Coba kamu lihat, bagaimana cowokmu bersikap ketika dia ada di depan orang tuamu. Apakah perilaku, tutur kata dan sikapnya masih sama ketika dia hanya berdua denganmu?
2. Cowok baik-baik tidak akan pernah menjerumuskanmu ke dalam bahaya walaupun ia tahu sebenarnya sesuatu yang ‘bahaya’ itu menyenangkan. Sedangkan cowok yang ‘baik’ akan membawamu merasakan kebahagiaan semu dan ternyata berakibat fatal.
Kalau dia benar-benar sayang padamu, dia bakalan benar-benar ngejagain kamu. Bukan dalam tahap super protektif ya, tapi dia bisa mengontrol dirinya ketika memperlakukanmu. Dia akan mengutamakan keselamatanmu dibandingkan kesenangan yang mungkin hanya sementara. Beda sama cowok yang menarik tanganmu menuju kegembiraan semu. Wih, kesannya cowok ini macho banget, manly banget, dia tahu gimana caranya bersenang-senang dan dia tahu gimana caranya bikin kamu jadi cewek paling beruntung. Iya, tapi dia lupa bagaimana bertanggung jawab atas keselamatan dan masa depanmu.
3. Cowok baik-baik mampu berpikir dan bersikap dewasa, beda sama cowok ‘baik’ yang masih sempit pemikirannya dan hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri.
Cowok yang asli baik-baik pasti berpikir jauh ke depan, berpikir dua bahkan tiga kali sebelum dia melakukan segala sesuatunya yang berhubungan denganmu. Jadi segala tindakan sudah ia perhitungkan risikonya dan yang terpenting, ia siap bertanggung jawab. Sedangkan cowok yang ‘baik’ kesannya lebih rough dan challenging, kamu pasti berpikir dia baik banget mengajakmu untuk berpetualang dengan yang namanya hidup karena dia mengajarkanmu soal YOLO (you only live once). Tidak ada yang salah dengan konsep YOLO, tapi yang harus dipikirkan adalah bagaimana dia menanggapi konsep YOLO itu. Cowok baik-baik akan berhati-hati karena dia tahu hidup cuma sekali, sedangkan cowok baik tidak banyak berpikir soal risiko dan tanggung jawab. Yang penting baginya adalah menikmati setiap detik dalam hidup tanpa memikirkan risiko.
4. Cowok baik-baik tahu kapan dia harus mengontrol dirinya, sedangkan cowok ‘baik’ biasanya lebih mengutamakan instingnya dan kebebasan yang dia miliki. Akhirnya berujung pada penyesalan dalam hidup.
Salah satu bukti nyata untuk tahu apakah cowokmu itu cowok baik-baik apa bukan itu bisa dilihat dari caranya mengontrol diri. Mengontrol itu bisa di segala aspek, mulai dari mengontrol perkataannya, mengontrol sikap saat bersama teman-temannya, mengontrol pikirannya, mengontrol perasaannya, mengontrol keuangannya, mengontrol waktunya denganmu, teman-teman serta keluarganya. Beda banget sama cowok yang sekadar baik dan belum berproses. Dia akan lebih banyak memakai instingnya. “Hal yang aku lakukan sekarang pasti benar karena entah kenapa memang instingku bilang aku pasti sukses di jalan ini.” Terkesan manly banget ya? Iya, tapi kamu sendiri juga yang akan sakit kan, kalau sampai cowokmu menemui penyesalan? Apalagi kalau ternyata penyesalan cowokmu adalah menjalin hubungan denganmu.
5. Cowok baik-baik itu mampu menjadi gentleman buat semua cewek namun tetap membedakan perilakunya untukmu dan cewek lainnya. Beda dengan cowok ‘baik’ yang bersikap gentleman hanya di depanmu saja.
Eits, poin ini rancu dan perlu kamu pahami dengan baik-baik. Jadi begini, cowok baik-baik itu tidak akan memakai topeng “GUE GENTLEMAN SEJATI” karena dia memang bersikap gentle ke semua cewek. Dia menghargai cewek karena dia paham cewek adalah makhluk ciptaan Tuhan yang didesain khusus untuk melengkapi dirinya. Tapi bukan berarti dia ganjen dan main mata ke semua cewek, tapi dia paham harus berlaku seperti apa untuk cewek-cewek. Tentunya dia juga paham batasan perilakunya ke teman cewek dan pacarnya. Beda lho sama cowok ‘baik’ yang cuma gentle saat ada maunya aja. Ketika PDKT misalnya, wuih, dia baiknya setengah mati, benar-benar gentleman sejati. Tapi saat kamu sudah jadian, hilang semua sikap manis dan sopan yang dulu menghiasi harimu.
6. Cowok baik-baik itu nggak akan mudah mengucapkan kata “cinta” tapi dia mampu membuktikannya secara langsung tanpa diminta. Sedangkan cowok ‘baik’ akan lebih mudah mengobral kata “cinta”, mungkin tanpa paham betapa berharganya arti kata itu buat seorang cewek
Sudah ditekankan berkali-kali kan, cewek itu lemah di kata-kata serta pujian. Jadi sebagai cewek, kamu harus ekstra hati-hati saat seorang cowok bilang “Aku cinta sama kamu”. Cowok yang baik-baik nggak akan mudah ngomong kata “cinta” dan kamu jangan sedih kalau memang dia sulit mengungkapkannya padamu. Tapi kamu harus sadar bahwa hal-hal kecil yang ia lakukan denganmu itu adalah tanda bahwa sebenarnya dia cinta padamu. Sedangkan cowok ‘baik’ adalah orang yang mudah banget bilang, “Aku mencintaimu. Aku benar-benar cinta dan kamu adalah satu-satunya dalam hidupku. Aku nggak akan bisa melupakanmu.” Iya, iya. Mungkin si cowok saat itu lagi terbakar semangat cinta, tapi setelah semua yang indah-indah itu lewat, apakah si cowok masih cinta? Kata “cinta” sendiri sudah kehilangan kadar kesuciannya sekarang karena terlalu banyak diumbar. Jadi, jangan sampai termakan omongan cowok yang sekadar ‘baik’ padamu.
7. Cowok baik-baik itu akan membaca artikel ini, merefleksikan diri, bersyukur kalau dia sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk ceweknya. Sedangkan cowok ‘baik’ bakalan merasa tersinggung dan pengen mengumpat dalam hati serta menganggap artikel ini nggak adil.
Tenang saja, normal dan wajar kok. Semua orang, baik cowok dan cewek bakalan terus dibentuk dan diproses, menuju manusia yang lebih baik setiap hari. Setiap hari adalah kesempatan buatmu untuk berubah. Hanya saja pilihan di tanganmu dan cuma kamu yang bisa memutuskan untuk mau berubah atau nggak. Kalau memang kamu ingin jadi yang lebih baik buat cewekmu, ya berusahalah untuk menjadi cowok yang bisa ia banggakan di depan teman-teman ceweknya. Buat cewek-cewek, kalau kamu juga merasa masih banyak kekurangan, berusahalah untuk berubah jadi kekasih yang terbaik untuk cowokmu. Karena nggak ada hubungan yang berhasil kalau kedua pihak nggak berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari.
Kamis, 17 Desember 2015
Amnesia - 5 Seconds Of Summer
Amnesia - 5 Seconds Of Summer
I drove by all the places we used to hang out getting wasted
Kulewati tempat-tempat dulu kita biasa nongkrong mabuk-mabukan
I thought about our last kiss, how it felt the way you tasted
Terpikirkan olehku ciuman terakhir kita, seperti apa rasanya dirimu
And even though your friends tell me you're doing fine
Dan meskipun teman-temanmu bilang kau baik-baik saja
Are you somewhere feeling lonely even though he's right beside you?
Apakah kau di suatu tempat merasa kesepian meski dia di sisimu?
When he says those words that hurt you, do you read the ones I wrote you?
Saat dia ucapkan kata-kata yang melukaimu, apakah kau baca kata-kata yang kutulis untukmu?
Sometimes I start to wonder, was it just a lie?
Kadang aku mulai bertanya-tanya, apakah ini dusta belaka?
If what we had was real, how could you be fine?
Andai yang dulu kita punya nyata adanya, bagaimana bisa kau baik-baik saja?
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
IV
I remember the day you told me you were leaving
Teringat olehku hari saat kau bilang kau kan pergi
I remember the make-up running down your face
Teringat olehku riasan meleleh di wajahmu
And the dreams you left behind you didn't need them
Dan mimpi-mimpi yang kau tinggalkan, kau tak butuh semua itu
Like every single wish we ever made
Seperti setiap doa yang tlah kita buat
I wish that I could wake up with amnesia
Anda aku bisa terbangun dengan amnesia
And forget about the stupid little things
Dan lupakan semua hal-hal bodoh itu
Like the way it felt to fall asleep next to you
Seperti rasanya tertidur di sampingmu
And the memories I never can escape
Dan kenangan yang aku tak bisa lepas darinya
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
The pictures that you sent me they're still living in my phone
Foto-foto yang kau kirimkan padaku, semuanya masih ada di hapeku
I'll admit I like to see them, I'll admit I feel alone
Kan kuakui, aku suka melihatnya, kan kuakui, aku merasa kesepian
And all my friends keep asking why I'm not around
Dan semua temanku terus bertanya mengapa aku tak muncul
It hurts to know you're happy, yeah, it hurts that you've moved on
Sakit rasanya tahu kau bahagia, yeah, sakit rasanya kau tlah lanjutkan hidup
It's hard to hear your name when I haven't seen you in so long
Berat mendengar namamu saat aku tak melihatmu begitu lama
It's like we never happened, was it just a lie?
Seakan kita tak pernah ada, apakah ini dusta belaka?
If what we had was real, how could you be fine?
Jika yang pernah kita punya nyata adanya, bagaimana bisa kau baik-baik saja?
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
Back to IV
If today I woke up with you right beside me
Andai hari ini aku bangun denganmu di sisiku
Like all of this was just some twisted dream
Seakan semua ini hanyalah mimpi yang kacau
I'd hold you closer than I ever did before
Kan kudekap kau lebih erat daripada sebelumnya
And you'd never slip away
Dan kau takkan pernah pergi
And you'd never hear me say
Dan kau takkan pernah mendengarku berkata
Back to IV
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
No, I'm really not fine at all
Sungguh, aku tak baik-baik saja
Tell me this is just a dream
Katakan padaku semua ini hanyalah mimpi
'Cause I'm really not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
Rabu, 16 Desember 2015
Membiasakan
Membiasakan, mungkin kalimat itu yg mulai begitu terdengar tak asing ditelingaku. Entah semenjak aku mulai sering merasakan kerinduan, aku merasakan kesepian, merasakan kesendirian yg begitu melekat dikeseharianku. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan keadaan seperti ini, duduk sendirian dan memperhatikan sekeliling ku yg perlahan memunculkan sebuah memori yg indah yg pernah terjadi padaku. Semua saling berbaris seperti merangkai sebuah kisah yg pernah aku lalui. Angka-angka yg sangat sakral selalu terselip dalam barisan kisah yg makin terbayang didepan mataku. Angka-angka yg membuat aku semakin ingat akan kenangan yg harus ku lupakan.
Dulu aku terbiasa menunggu pesan singkat yg selalu menghiasi hari-hariku, menanti kalimat-kalimat indah. Kalimat-kalimat yg begitu kutunggu, memang hanya sekedar atau sepenggal kalimat namun aku merasa sangat bahagia. Entah dimana letak keindahan kalimat itu hingga menjadi hal yg begitu indah kubaca. Namun kini aku hanya bisa duduk dan menunggu pesan itu entah kapan akan datang lagi. Saat ini semua memang berbeda. Tak mungkin kan aku rasakan sebuah perasaan yg begitu melekat dihatiku, ditelingaku, dimataku, dan disetiap hariku. Tak mungkin lagi kini kisah itu akan kurasakan lagi, saat ini cukup hanya ada aku dan kamu tanpa kita.
Aku tau, mungkin saat ini kamu begitu ingin pergi menjauh dariku. Tanpa kamu katakan ingin pergi dariku, tanpa kamu utarakan isi hatimu, aku mengerti dari semua tingkahmu padaku. Aku memang bersedih melihat sikapmu saat ini, namun aku harus sadar. Hidupmu harus bahagia tanpa aku, karena memang itu yg kamu inginkan. Pergi menjauh dan tanpa aku disampingmu.
Semua yg pernah kita lalui berdua, semua kisah yg telah kau tuliskan dihatiku mungkin hanya bisa ku baca dan ku kenang kembali. Hanya semu, hanya bayang bayang yg tersamari oleh sebuah perasaan sakit yg terus menggangguku. Semua yg indah yg telah kau berikan padaku kini hanya seperti angin yg dingin yg kurasakan tanpa bisa aku nikmati.
Ingatkah kamu saat rangkaian kata yg kau ucapakan padaku, saat kita Saling berhadapan. Saat itu kau ucapkan kata-kata yg membuat hati ini semakin mencintai dirimu, seakan akan hatiku tak ingin lepas dari eratnya pelukmu. Dan kau ucapkan janji-janji yg membawaku melambung tinggi hingga ku terbawa angan-angan kita berdua.
Aku sempat percaya akan semua yg kau katakan, kau buat aku hingga yakin akan kesungguhan ucapanmu. Namun aku salah, kau hanya membawaku pada angan-angan semu, semua yg kau ucapkan hanya palsu, semua keindahan kalimat yg kau ucapkan hanyalah rangkaian kata yg tiada arti.
Namun kini semua telah berbeda, aku harus bisa bangkit dari bayang bayang rangkayan kata semu darimu. Walau aku hanya sendiri berteman sepi disini, walau aku harus relakan dan paksakan hati ini untuk mencoba mencari pelangi yg lain. Walau aku harus bangkit melawan semua rasa kecewa ku sendiri. Ini harus ku coba dan ini yg harus aku jalani, melupakan semua rangkaian kata yg selau membuat hatiku terbawa akan suasana yg sangat indah namun menyakitkan.